Minggu, 27 Agustus 2023

Tidak Berprasangka

Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga subur ada pula yang membasminya hingga hancur. 

Buruk sangka sebenarnya adalah alat yang Allah berikan agar kita bisa faham dan mengetahui esensi baik sangkasangka. 

Dan tak dapat saya pungkiri itupun ada pada sisi dada saya, namun acapkali muncul saya bermohon pada Dzat yang menguasai hati agar kiranya dihindari perkara tersebut, sebab tatkala saya berburuk sangka pada makhluk otomatis saya berburuk sangka pada Sang Pencipta Makhluk, semua adegan semesta TUHAN lah sejatinya yang men_sekenariokannya, sekenario TUHAN tiada yang salah, semua berjalan pada sistem Sunatullahnya dan berkeseimbangan.

#belajarlagi #selaubelajar #janganmalasbelajar #kesadarandiri #hakikatdiri #sunatullah #berkesadaran #energisemesta #baiksangka #frekwensienergi 

Jika kita dengan mudah berburuk sangka, mengapa kita tidak mudah untuk berbaik sangka, padahal buruk dan baik sangka sama-sama prasangka, namun kedudukannya akan lebih baik, berbaik sangka.

Awal berjalan mungkin kita akan dipertemukan adegan-adegan atau peristiwa buruk sangka lalu perlahan kita dapati atau temui kesadaran hingga berjumpa dengan baik sangka dan kelak pada kesadaran yang lebih dalam lagi kita sudah tidak lagi berprasangka, sebab semua yang kita dapati dan hadapi adalah di kenyataan hidup di penuh dengan Ketetapan-NYA. Dan itulah puncaknya pencapaian seorang hamba yang dimana ia tak lagi berprasangka sebab ia sudah "manunggal ing qudrate Allah".

#wallahualam

Minggu, 25 Desember 2022

Setan dan Shalat

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • M

Seorang lelaki menemui Imam Abu Hanifah pada suatu malam. Setelah dipersilakan masuk, tamu itu mulai mengadu tentang masalah yang sedang menimpanya. 

“Wahai Imam, aku sudah lama mengubur hartaku di suatu tempat. Masalahnya, aku lupa menaruhnya di mana. Apakah engkau bisa membantuku menyelesaikan ini?” tanya lelaki itu.

Abu Hanifah awalnya agak bingung. “Hmm, sebenarnya ini bukan pekerjaan seorang ahli fikih. Namun, coba aku pikir dulu sebentar.” 

Abu Hanifah tampak termenung sejenak. Setelah mendapat pencerahan, beliau berkata kepada tamunya, “Kamu bisa pergi, cobalah shalat dengan khusyuk sampai terbit fajar. Dengan begitu kamu akan mengetahui tempatnya, insyaAllah.”

Lelaki tadi sedikit lega mendengar saran Abu Hanifah, lalu pamit pulang. Sesampainya di rumah, ia segera mendirikan shalat malam sesuai petunjuk Abu Hanifah.

Tak butuh waktu lama, di tengah-tengah shalat yang ke sekian, ia mengingat di mana tempat mengubur hartanya. Ia cepat-cepat merampungkan shalatnya, lalu pergi ke tempat itu untuk mengambil hartanya sebelum ia lupa lagi.

Pagi harinya, ia kembali mengunjungi Abu Hanifah untuk berterima kasih atas sarannya. “Kok engkau tahu aku akan mengingat tempat harta itu saat shalat?” tanya lelaki tadi penasaran.

Abu Hanifah menjawab, “Karena aku tahu setan tidak akan membiarkanmu shalat sendirian begitu saja, dan ia akan menyibukkanmu untuk mengingat harta ketimbang mengingat shalat.”

Sahabat KESAN yang budiman, sudah khusyukkah shalat kita? Apakah saat shalat pikiran kita hanya fokus kepada Allah, ataukah masih mengawang-awang jauh ke urusan dunia?

Mari memperbaiki shalat kita, agar Allah tidak berhenti memandang kita, karena Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Allah terus memandang hamba-Nya ketika dia sedang shalat, selama dia tidak berpaling. Jika dia memalingkan wajahnya, maka Allah berpaling darinya." (HR. Nasa'i no. 1195).

~Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya (Al-Mukmin [23] : 1-2).

Referensi: Yasir Abdurrahman; Mausu’ah Al-Akhlak wa Az-Zuhd wa Ar-Raqaiq.

Selasa, 07 Juni 2022

GEMA PRILAKU

GEMA PRILAKU
. 
. 
. 
Pada saat ketika gowes ke hutan, atau masuk dalam gua, sepontan kita menjerit histeri saking girangnya telah sampai tujuan, sesaat ketika kita menjerit histeri, saat yang sama jeritan kita terdengar tertangkap sama ditelinga kita, yang demikian itu semua kita pasti mengetahuinya, itu adalah GEMA.

Demikianlah dikehidupan, apa-apa yang kita perbuat maka akan menggema, akan memantulkan hal yang sama pada apa yang kita lakukan. 

Harusnya sih kita "sadar" saat kehidupan mengirim seseorang yang sombong dihadapan kita, mungkin sombong yang kita lakukan waktu lalu baru memantul saat ini, juga ketika kehidupan mengirimkan seseorang yang dengki, pelit, licik, galak, curan dll. 

Maka bersiap dirilah dengan penuh kesadaran dikedepan waktu kita akan banyak menerima "Gema Prilaku" belajarlah sekali lagi belajarlah tidak meng "KAMBING" hitamkan luar diri, sebab sebentar lagi kambing hitam diluar diri akan di qurban kan, sementara kambing dalam diri (unsur binatang) kita masih senantiasa liar. 

Wallahu A'lam
Al-Faqir

Senin, 11 April 2022

Aku yang STROKE kesadaran

Semalam tepatnya 10 April 2022 (malam ke 9 Ramadhan) aku oleh Allah disandingkan saat tarawih di shaf ke dua bersama seseorang yang Allah pun sedang kondisikan dalam keadaan sehabis mengalami stroke yang berulang kali. Bang Kucrit kami di kampung Parigi Lama memanggilnya, bukan hanya tarawih namun diapun rajin berjamaah di Musollah terdekat rumah kami, dan kami bertetangga. 

Dengan kondisi yang sudah tidak lagi seperti sebelum terkena stroke, ia agak kesulitan ketika melakukan gerakan dalam sholat, namun begitu, ia selesaikan juga rakaat demi rakaat dalam sholat yang kebetulan di kampung kami 23 rakaat, dan aku melihat dengan ringannya dan tanpa ada beban berat yang membersamai nya, walaupun diatas aku menulis  "ia agak kesulitan" dalam pandangan mataku. Terlepas terdapat banyak kekurangan ia sebagai manusia, ia pun banyak memiliki kelebihan, dia berjalan tertatih menuju Musollah dan dia berharap bisa berjamaah. 

Tamparan keras buatku saat aku dalam keadaan bugar acapkali memberatkan, dan terbebani dengan perkara 23 rakaat dan itu hanya setahun sekali. Lalu tepat pula di sebelahnya Bang Kucrit ada anak-anak yang dia pun dengan penuh semangat melewati rakaat-rakaat dalam sholat tarawih lalu diapun menuntaskan jumlah 23 rakaat tersebut, yang kebanyakan seusia dia bercanda riang di shaf paling belakang saat berlangsung shalat tarawih berjamaah. 

2 fragmen malam itu yang Allah perlihatkan padaku membuat aku tersentak dan malu, sudahkah aku memaksimalkan usia dan raga sehat untuk beribadah padaNYA ataukah dihabiskan buat bermaksiat...? 
Sekali lagi aku teringat pesen Abahku di Cirebon, Niat yang kuat lalu mau beraksi, masuklah dalam keadaan MAU makan segala komponen yang terkait kata MAU InsyaAllah kan mendekat menemani kita untuk meniti jalan kesadaran Ilahiyah, bukan abai dan akhirnya mendapati aku dalam keadaan stroke kesadaran. 

Tidak ada yang sulit bagi-NYA, semuanya mungkin dihadapan-NYA, karna DIA-lah Pencipta Kemungkinan itu sendiri.

Sabtu, 12 Februari 2022

FATAMORGANA

Terlelapku dibuaian malam
Selepas mengisi hari seolah tak henti. 
Hingga kecemasan selalu menanti.  

Esok lusa seakan pasti,hingga sapaannya begitu memabukkan hati,nyaris tanpa henti...

Kudekati melati ternyata tak sejati
Kupeluk pelangi sekejap pergi
Kutadahi hujan yang enggan bersama,tiada yang abadi
Semua fatamorgana

Namun rayuannya menggoda raga, menyimpan rasa dan
sesekali bertanya... 

Akupun berlalu,kujumpai makna dalam kata yang sirna. 

#puisijiwa Jumat 13/2/15

Selasa, 25 Januari 2022

"SAMPAH BATHIN"

Devinisi Sampah : sampah merupakan material sisa yang dibuang sebagai hasil dari proses produksi, dari sektor industri maupun rumah tangga. Sampah biasanya merupakan sisa dari benda, yang tidak diinginkan oleh manusia, setelah penggunaannya selesai. "Wikipedia"



Sampah bukan barang baru, sampah merupakan limbah yang cukup mengganggu pandangan mata bahkan penciuman hidung. Setiap sudut, tepian, bahkan ruang terbuka sekalipun tidak luput ada yang namanya sampah. Para ahli di bidangnya pun telah berupaya mencari solusi bagaimana cara mengatasi sampah, apalah lagi sampah plastik yang konon bisa terurai bahkan sampai 100th.
Alhamdulillah di kampung saya sudah ada mobil keliling seminggu 2x buat angkut sampah dan kami membayarnya setiap bulan, namun bukan berarti kampung saya bebas sampah, its oke lanjut... 

Bagi yang terbiasa dan akrab dengan sampah mungkin tidak berefek sebab kesehariannya hidup selalu berdampingan dengan sampah, juga yang berkesadarannya belum ada dalam membuang sampah, pun tidak sama sekali merasa bersalah, ketika dengan enaknya membuang sampah sembarangan (pen;pernah melakukannya), namun bukan tidak semua apa yang terdapat dalam sampah itu tidak berguna, bahkan berjuta keluarga penghidupan nya sebab wasilah sampah. 

Sampah disisi lain mempunyai dampak negatif namun sisi lainnya memberikan dampak positif. 

Demikian pula di kehidupan atau di alam bathiniyah, sampah-sampah bathin baik yang kita produksi atau lemparan dari luar diri kedalam tanpa kita sadari mengotori hati dan pikiran, sebab ketidak tahuan kita bagaimana mengelola sampah yang ada, buat perbaikan diri atau tidak memproduksi sampah sesukanya, jika sampah jahir saya begitu mengganggu akan lebih mengganggu jika kita mempunyai sampah bathin, dan jika sampah jahir pun ada nilai positifnya demikian sampah bathin pun ada jika kita menyadarinya. 

Saya tidak akan mengurai bagaimana sampah bathin itu ada, sampah bathin itu terjadi, sampah bathin itu diproduksi sebab masing-masing kita sudah dibekali Allah alat canggih yang bisa mendeteksi keberadaan sampah bathin itu, mendeteksi seberapa banyak kita memproduksi sampah dan menerima sampah dari luar diri, dan juga Allah sudah membekali pula mesin pemilah dan mesin penghancur sampah bathin sehingga kelak sampah itupun manfaat buat diri kita masing-masing. 

Terakhir, buang sampah pada tempatnya, atau kelola sampah menjadi sampah yang kelak manfaat buat kita 
(sampah jahir & bathin) 

Wallahu A'lam
#jemaripendosa

Kamis, 20 Januari 2022

Menyikat Kamar Mandi

Menyikat kamar mandi bukan hal yang aneh buat saya, tapi karna untuk meringankan tugas diantara kami, mungkin istri sedang tidak sempat atau anak sedang malas. 

Tetapi ketidak sempatan istri untuk menyikat kamar mandi bukan berarti malas namun beberapa pekerjaan rumah yang memang sedang ia kerjakan, dan beberapa lagi sedang menunggu antrian, maklumlah gajih saya sebagai kepala rumah tangga tidak mencukupi untuk menggaji PRT. 

Satu diantara pekerjaan rumah yang kadang saya harus turun tangan adalah "menyikat kamar mandi" dan biasanya saya lakukan bersamaan dengan mandi pagi atau sore, dan lagian luas kamar mandi kami tak seluas kamar mandi para konglomerat.

Perlu sesekali anda sebagai seorang suami mengapresiasi pekerjaan istri, terkadang istri bisa amat terpukul jika pekerjaannya tidak diapresiasi, sebab kecuekan suami yang menganggap tidak mengerjakan apa-apa hanya karna tidak terlihat perubahan yang signifikan. 

Waktu yang saya butuhkan menyikat kamar mandi tidaklah lama, namun menyisihkan waktu untuk itu bisa jadi amat lama sekali. Dan jika saya cermati pekerjaan rumah selalu ada disetiap hari, bahkan terkadang istri sudah lupa bagaimana merias diri, walaupun istriku terbilang orang yang kurang suka berias. 

Jika dalam hal ini sosok suami menjadi pribadi yang merasa "penting" sehingga apa-apa ingin dilayani, bukankah pekerjaan akan bertambah buat sang istri,  belum lah lagi jika sang suami ambekan, istri lambat membuatkan kopi ngambek, istri lupa menyiapkan apa-apa yang diperlukan cemberut, mbok ya kalo bisa dikerjakan sendiri kenapa sih harus memerintahkan istri, coba deh sesekali agar anda sebagai suami tidak bergantung pada istri. 

Saya sendiri terkadang melihat banyak kekacauan sana sini dirumah saya, sudut ini saya rapihkan sudut yang lain bergeser, belum lagi sarang laba-laba yang setiap hati merajut sutranya buat bergelayut. 
Dan sepulangnya saya kerja jika kebetulan istri sedang tidak enak badan ada saja bisikan-bisikan pemicu agar saya naik pitam, namun saya tidak semudah itu digoda oleh bisikan setan untuk naik pitam, saya faham betul cara-cara setan membuat kekacauan. 

Dan akhirnya dibutuhkan kesadaran dalam berumah tangga, rumah tangga bukan milik suami juga bukan milik istri atau anak-anak, rumah tangga milik kami yang Allah anugrahkan kepada kami, maka patutlah kami jaga agar anugrah dari NYA bisa menjadi jalan menuju keluarga SAKINAH yaitu keluarga yang tenang juga tentram. 

Renungan saya, salah satu pekerjaan menyikat kamar mandi bukanlah sekedar kegiatan itu, namun ini adalah salah satu bagian dari hadiah kebahagiaan kami, yang InsyaaAllah senantiasa kami ciptakan, agar kebahagiaan mendominasi di keluarga kami. 

Aamiin

Senin, 10 Januari 2022

CAPE & PEGEL HATI

Jikalah badan ini seharian bekerja secara fisik, atau bersepeda dengan jarak 100++ berapa banyak energi yang kita keluarkan, 

dan anda tidak akan bisa menghindar dari efek kerja fisik tersebut yaitu : capek dan pegel-pegel, serta suasana perasaan tak menentu dan untuk memulihkan kondisi tubuh fisik anda, anda harus beristirahat cukup lalu makan dan minum, jika biasa meminum vitamin, jamu, lakukanlah agar tubuh fisik kembali normal dan segar kembali ketika dipagi hari anda bangun, dan tentunya memulai kembali bergairah ketika hendak ber-aktifitas yang sama. 

Tubuh jasad punya keterbatasan kekuatan, keterbatasan energi, juga kemampuan, dan batas itu anda yang faham, dan tentunya obat mujarabnya adalah rehat lalu beri asupan makanan dan minuman bagi tubuh jasad, InsyaAllah anda akan kembali normal. Jika tubuh fisik ini dipaksakan melakukan pekerjaan diluar batas kemampuan maka akan berefek fatal bagi tubuh itu sendiri, dan jika kita sebagai kepala rumah tangga tidak bisa dihindari efek domino yang akan terjadi. 

Sama halnya dengan tubuh bathin (Ruhani) adakalanya dia akan merasakan kecapaian, pegal dan itu akibat dari memaksakan kehendak, atau bisa jadi tidak menerima kehendak, sehingga yang terjadi adalah CAPEK HATI / PEGEL HATI. 
Rasa capek, pegel, dan suasana perasaan jadi tak menentu, itu sebenarnya anak pinak EMOSI atau AMARAH,  suatu ketika Rosulullah ditanya oleh seorang sahabat :

"Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu nasihat yang bermanfaat bagi diriku, tetapi jangan banyak-banyak agar aku selalu mengingatnya." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Kamu jangan marah." Ia mengulangi pertanyaannya kepada Nabi SAW. berkali-kali, tetapi semuanya itu dijawab oleh Nabi SAW dengan kalimat, "kamu jangan marah." 

Suasana hati seseorang yang dipenuh rasa amarah atau kesel, jengkel, atau bahasa betawinya GEDEK itu akan menjadikan anda sangat tidak nyaman, kekesalan anda pada seseorang membuat anda letih sebab hari-hari anda akan dipenuhi bayangan kekesalan kepada seseorang, suasana perasaan punya jadi kacau, maka tatkala itu terjadi sadarilah dan rehatkanlah hati dan pikiran anda.... lalu beristighfarlah, lepaskanlah dan maafkanlah. 

Maafkanlah diri anda dari prilaku tersebut lalu maafkanlah seseorang yang anda maksud, lalu jeda, diam, instropeksi diri kembali, jika ini anda lakukan maka perlahan akan mereda dan hilang dengan sendirinya, ketika anda mulai mengendurkan ikatan-ikatan kekesalan ada lalu ikatan tersebut perlahan terlepas. 

Capek dan Pegel bathin efeknya akan merusak tubuh, maka istirahatkan dan beri asupan nutrisi qolbu dengan zikrullah, ikuti majelis ta'lim dan bergaullah dengan orang-orang yang kecendrungannya mengajak dekat dengan Allah, dengan demikian InsyaAllah keletihan, pegel dan capek bathin bisa segera terobati. 

Kadang Allah memberikan suatu perkara / masalah, dimana perkara / masalah tersebut Allah ingin sekali agar hambanya faham dalam menyikapinya, Allah memeberikan masalah bersamaan dengan solusi dan hikmah, itupun jika disadari. 
Maka apapun masalah, apapun yang terjadi yakinlah disebalik itu ada Allah yang sedang ingin hambanya mendapatkan kebaikan, rahmat dan pengampunanNYA. 

Dan dipenghujung catatan ringan ini saya mengutip Firman Allah dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 45 :

 وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ 

“Wasta'inu bisshabri washolati, wa innaha lakabiratun illa alal-khaasyi'in.” 

Yang artinya: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.

Wallahu A'lam


Sabtu, 01 Januari 2022

TERPELESET

Banyak peristiwa yang mungkin anda alami dan tentunya saya, tentang kasus dimana saya sering kali "Terpeleset" dan peristiwa terpeleset tersebut bisa terjadi disebabkan ketidak hati-hatian saya dalam melangkah atau terburu-buru sehingga tidak lagi konsen atas langkah kaki yang saya lakukan.

Terpeleset jahir yang terjadi terfatal adalah kematian, dan itu pun "asbab" Allah mematikan hambanya. 
Akibat terpeleset jahir juga bisa keseleo, terjatuh dan terluka juga apa saja yang kita sama pasti sudah mengalaminya. 


Terpeleset adalah kejadian sepontanitas yang tanpa kita inginkan namun bisa kita cegah atau atasi dengan hati-hatian dan tidak terburu-buru itu tadi, perkaranya yang akan saya ungkap adalah bukan "Terpeleset" nya jasa di namun lebih ke terpeleset qolbu (bathin). 

Efek atau akibat terpeleset jasad kita semua sudah faham, namun pernahkah kita terpikir dan mencoba mengulik sedikit tentang terpeleset qolbu, kita yang acapkali dianugrahkan ta'at melakukan ibadah sholat berjamaah (contoh kecil) dengan tepat waktu lalu dengan serta merta kita merendahkan atau meremehkan orang yang kita dapati tidak sholat berjamaah, juga ketika kita dianugrahkan Allah bisa lancar bersedekah, bersilaturrahmi atau mengaji, lalu qolbu kita masih menilai orang yang belum Allah anugrahkan hal tersebut dan saat itu kita sedang terpeleset qolbu lalu akibatnya ibadah kita hanya bernilai kosong dan berbonus dosa. 

Maka dalam perjalanan menuju jalan qolbu yang baik hendaknya kita sama-sama mewaspadai pergerakan pikiran dan hati, sebab pergerakan tersebut sering muncul untuk membuat kita terpeleset dan jatuh. 

Terpeleset jahir selain kematian kita bisa obati, pun demikian ketika kita terpeleset bathin, ketika qolbu sakit akibat terpelet segeralah tobati juga dan sadarilah segera, jangan sampai qolbu yang terpleset jatuh mengakibatkan mati, dan ketika mati akan sangat sulit untuk diobati, namun demikian janganlah pesimis sebab Anugrah Allah meliputi semua dosa dan salah kita. 

Semoga kita senantiasa dijaga oleh Allah dengan jalan yang penuh kehati-hatian. 

Aamiin
Wallahu A'lam

Jumat, 24 Desember 2021

RERINTIK HUJAN


Rerintik hujan ...
menyapaku pagi ini, aku yang sedang bersama sepi, kerap bermimpi disisa-sisa malam yang penuh arti.

Rerintik hujan ...
bersapa pagi, "Adakah para pemilik hati bertetap rasa pada yang Kuasa", atau sesekali lupa bahkan mungkin binasa.

Rerintik hujan ...
menggugahku tuk merubah jiwa yang kerap kali hampa, direrintik hujan DIA pun telah menitipkan kata, kata yang selalu bermakna.

Aku dan Rerintik hujan juga pagi yang mewangi, bersatu dalam kasihNYA yang tak henti menggugah hati.

25/12/2019
06.08 Wib

Rabu, 08 Desember 2021

KONSEKWENSI

Bersiaplah hadirnya Konsekwensi. 

Bukan perkara beberapakali kita gagal, namun seberapa kali kita mampu bangkit dan mencoba lagi sampai akhirnya keberhasilan itu datang. Karena ada keyakinan dalam diri bahwasannya, antara kegagalan dan keberhasilan itu sedekat dua sisi mata uang.

Hidup ini patut diperjuangkan, namun dengan tidak menentang arus semesta, walau terkadang acap kali kita NAKAL sedikit untuk melawan arus.


Kita setiap detik diperlihatkan pola-pola kehidupan oleh semesta, guna memperbaiki pola hidup kita namun acapkali pula kita tidak bisa mengambil pelajaran dari suguhan semesta, kita protes, kita benci, dan parahnya kita menolak.

Semesta dengan sistemnya sudah sangat sempurna dan sangat berimbang, anda "mencinta" maka energi cinta anda akan direspon semesta lalu semesta mendatangkan orang-orang yang penuh cinta dihadapan anda berkumpullah anda dan orang-orang yang berenergi CINTA KASIH.

Juga ketika anda membenci, ketika anda pelit, ketika anda iri dengki, ketika anda khianat dan lain sebagainya, maka cepat atau lambat semua itu akan berbalik, konsekwensi semua atas prilaku kita akan kita terima, konsenlah pada perbaikan diri.

SEBAB SEMESTA TIDAK BUTUH LAPORANMU TENTANG NEGATIF NYA SAUDARAMU, TEMAN DAN SAHABATMU. 

Dan saya senantiasa InsyaAllah bersiap, sebab banyak konsekwensi yang belum saya terima, dan saya akan terus bersiap menerima konsekwensi apa yang selama ini saya lakukan yaitu "BERSURAT NEGATIF PADA SEMESTA". 

Salam Cinta Semesta ❤️

Selasa, 07 Desember 2021

PERBATASAN WILAYAH

Ada batas wilayah alat pikir dan wilayah alam pikir (kata lain hati) namun di hatipun tidak menutup kemungkinan banyak celah untuk kita tertipu. 



Daya pikiran itu ibarat sungai deras, jika mengikuti arus akan hanyut, dan jika menantang arus akan lelah. 
Maka berupayalah jadi  pengamat pikiranmu sendiri agar tidak hanyut dan tidak lelah. 
Maka diperlukan Alam Pikir (Qolbu) yang bersandar pada Pemilik Pikir, dan mintalah fatwa kepada hatimu dalam urusan ta'at bukan ma'siat. 

(Al-Qiyāmah) :14 - Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.

Maka saya sering mengingatkan diri saya, agar senantiasa mewaspadai pergerakan pikiran dan hati, sebab lintasan-lintasan di keduanya sangat banyak dan cepat, dan menurut penelitian 80% lintasan mengajakan ke negatif-an. 

Namun InsyaAllah jika di waspadai, dan di amati bisa kita hindari, dan di hanyut terbawa arus lintasan negatif. 

Wallahu A'lam

Sabtu, 04 Desember 2021

KANGKUNG

Diatas pengimaman dan mimbar Masjid Wanantara Cirebon Jawa Barat, dimana dulu saya pernah belajar iqro, adalah relief berupa gambar tumbuhan kangkung terpajang sudah cukup lama. 
Awal saya datang cukup membuat saya bertanya-tanya, mengapa tidak tulisan kaligrafi yang banyak terpajang pula di masjid pada umumnya, ini hanya sebuah gambar tetumbuhan kangkung, yang sementara itu saya berpikir hanya tumbuhan biasa, namun akhirnya saya pun mengetahui syarat makna yang ada di dalamnya. 

FILOSOFI KANGKUNG

Lurua galihe kangkung
Nulisa tanpa papan ing papan tanpa tulisan
Mibera kaya tapak kuntul melayang
Mengko sira bakal ketemu ning nang nung

Artinya:
Carilah batang kangkung
Menulislah tanpa papan tulis di atas papan tanpa tulisan
Bergeraklah seperti bayang-bayang bangau terbang
Nanti kau akan mendapatkan kebeningan, ketenangan, dan keberhasilan.

Kangkung adalah salah satu jenis sayuran yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Memang benar bahwa Allah tidak menciptakan alam semesta ini dengan sia-sia. Bahkan sayur kangkung pun mengandung suatu makna yang dapat kita jadikan sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari. Petuah di atas mengandung makna yang merupakan kunci suskes sebagai berikut:

1. Carilah batang kangkung

Kalimat ini menyarankan agar kita memperhatikan dan mempelajari batang Kangkung. Sayur Kangkung mempunyai keunikan bila dibandingkan dengan sayur-sayuran lainnya seperti Bayam atau Daun Singkong khususnya pada bagian batang daun. Batang Kangkung di dalamnya berongga, kosong dan tidak berisi. Sementara batang sayur Bayam dan Daun Singkong berisi atau padat. Batang yang kosong ini merepresentasikan hati yang kosong. Hati yang kosong adalah hati yang selalu ikhlas.

2. Menulislah tanpa papan tulis di atas papan tanpa tulisan.

Setelah kita mengikhlaskan hati, maka tetapkanlah tujuan, cita-cita, atau pecapaian yang ingin diraih. Papan tanpa tulisan yang dimaksud adalah hati. Jadi menulis di atas papan tanpa tulisan berarti menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam hati, yang tidak lain adalah niat. Niat harus berlandaskan pada hati yang ikhlas.

3. Bergeraklah seperti bayang-bayang bangau terbang.

Langkah sukses berikutnya adalah berusaha mewujudkan cita-cita atau tujuan yang telah diniatkan. Berusaha yang disarankan di sini adalah usaha dengan kekuatan seperlunya tanpa harus dipaksakan sehingga mengakibatkan stress. Seperti halnya bangau yang terbang perlahan tapi pasti dan penuh kesabaran berputar-putar di udara sambil mengintai mangsa yang merepresentasikan tujuan yang akan dicapai. Berusahalah dan serahkan hasilnya kepada Yang Maha Memberi, tidak perlu stress atau bahkan saling sikut untuk menjatuhkan orang lain.

4. Nanti kau akan mendapatkan kebeningan, ketenangan, dan keberhasilan.

Kita tentu tidak asing lagi dengan buaian seorang ibu kepada bayinya dengan penuh kasih sayang agar bayinya itu tidur, nang ning nung ning nang ning nung. Ternyata buaian sederhana ini mengandung doa yang sangat luar biasa. Nang adalah singkatan dari kata tenang, ning singkatan dari kata bening, dan nung adalah dari kata dunung yang berarti menjadi atau berhasil. Jadi, nang ning nung merupakan suatu doa seorang ibu agar anaknya menjadi orang yang berpikiran dan berhati jernih, dapat hidup dengan tenang dan meraih keberhasilan.

Pada tulisan berikutnya, kita akan melihat rahasia lain dibalik doa nang ning nung ini yang akan semakin membuka mata kita betapa tanah air Indonesia mempunyai akar budaya yang begitu adi luhung. Insya Allah.

Sumber: The Science & Miracle of Zona Ikhlas (Erbe Sentanu)

Categories: Pengetahuan Umum, Personal Development

Kamis, 02 Desember 2021

Pikiran dan Perasaan

Pagi ini saya dikabarkan semesta, bahwa seringkali apa yang kita pikirkan dan rasakan, lambat laun akan jadi kenyataan. 
Dan saya sendiri telah mengamati perjalanan hidup saya, kalaupun saya mengamati perjalanan orang lain bukan untuk menghakimi namun lebih untuk menempelkan perjalan itu kedalam diri saya, dan itu benar terjadi pada saya, walau tidak semua apa yang saya pikirkan dan rasa menjadi kenyataan. 

Dan tak jarang saya menulis kalimat "mewaspadai pergerakan pikiran dan hati (perasaan) sebab awal atau pintu gerbang menuju perjalanan selanjutnya. 

Mengutip "teori fisika quantum" yang sering saya baca (kutipan ini yang saya baca) disebutkan bahwa bagian terkecil dari benda adalah partikel dan ketika dibelah-belah lagi akan menjadi quanta dan yang terkecil disebut VIBRASI atau getaran.

Vibrasi adalah kosong, tapi cerdas. Vibrasi sangat peka menangkap pesan apa pun yang diterima kemudian menarik benda atau sesuatu yang satu sifat dengannya.

Organ tubuh manusia sebagai pusat vibrasi atau medan magnet adalah HATI atau perasaan. Apapun yang sedang DIRASAKAN oleh hati, dia akan menggetarkan seluruh benda di alam yang satu sifat dengannya.

Kemudian getaran itu akan menggerakkan benda tersebut mendekati pusat vibrasi yakni pada diri orang yang sedang mengeluarkan energi vibrasi.

Ketika Anda memikirkan sebuah masalah atau menginginkan sesuatu. Kemudian hati merasakan bahwa YAKIN TERASA MUDAH, maka perasaan itu akan menggetarkan energi VIBRASI atau medan magnet sangat dahsyat yang dapat menarik benda di alam semesta tanpa tersekat ruang dan waktu.

Jika kita sedang memikirkan kesulitan, tapi mampu merasakan kemudahan yang akan terjadi, niscaya yang akan datang adalah kemudahan dan kesuksesan.
Jika Anda sedang memikirkan kesulitan kemudian hati merasakan betul beratnya kesulitan, bahkan bayang-bayang derita dan kegagalan seolah-olah hadir di depan mata, niscaya yang akan terjadi adalah keburukan dan kegagalan.

Itu tergantung dari suasana perasaan kita saat memikirkan sesuatu.

“Aku (Allah) mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” firman Allah dalam hadist qudsi.

Perasaan atau energi vibrasi hati adalah wujud prasangka kepada Allah.
Rasakan kebahagiaan dalam segala kondisi, niscaya kebahagiaan yang sesungguhnya pasti Allah berikan.

Wallahu A'lam

Position Themselves

Position Themselves

Aku seringkali berucap DIA maha benar namun tak jarang aku merasa paling benar dan mencoba menggantikan posisi-NYA.

Aku seringkali berucap DIA maha baik namun tak jarang aku "merasa paling baik".

Aku seringkali berucap dan meyakini DIA maha pengampun namun dendam atas perlakuan sesama masih tersimpan rapih dan enggan memaafkan.

Lisan berucap Subhanallah namun tanpa sadar bathinku bertindak " Subhana Ana"


Dan terakhir ini...
sesungguhnya shalatku, ibadahku,hidup dan matiku hanyalah semata-mata karena Allah...nyatanya masih jauh dari karna Allah masih dominan karna makhluk.

#kajidiri
#terusbelajar

Rabu, 01 Desember 2021

LALU LINTAS DALEM

LINTASAN-LINTASAN

"Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap darinya”

Pemisal tersebut sangat erat kaitannya dengan hubungan horizontal kita kepada sesama, ingin pandai bersepeda dengan expert di Bukit Batu JPG MTB Trail Park belajar dengan Pangeran Ilham, lalu ingin pandai mendesain pola rumah, kantor, toko kepada Agung Green T, ingin bisnis / usaha rumah makan pepet Bos TS Rully Susanto, usaha-usaha awal yang demikian ini akan menghantarkan kita kepada ilmu dan kelak bisa kita eksekusi. 

Demikian pula halnya ketika berkaitan dengan bathin / qolbu, ingin belajar tulus, dermawan, bijaksan atau kejernihan qolbu ya kudu belajar kepada ahlinya, bagaimana mengetahuinya, pada umumnya tindakan zahir itu bermula dari suasana qolbunya. Sekedar untuk diketahui, wara-wiri lintasan di pikiran dan bisa terus menembus perasaan yang ada di qolbu itu 1 hari menurut penelitian sebanyak 60.000 kali dan ternyata 80% negative (Alladzi yuwaswisufi sudurin nas. Minal jinnati wan nas) 
bisa dibayangkan jika kita tidak waspada, atau lengah dalam mewaspadainya, setiap hari kita akan di guiden oleh kenegativan. 

Lintasan-lintasan lembut (khofi) akan sulit sekali dideteksi jika tidak dilatih, rasa diri penting, rasa diri lebih unggul dari orang lain, rasa diri lebih hebat, kuat, pintar, tajir, 'alim, sholeh dan lain-lain, belum lagi lintasan ujub, dengki, iri, perkara ini sangat lembut, dan lintasan cepat sekali, maka ketika lintasan negative datang segera sadari dan istighfari, jika tidak lintasan tersebut akan mengajak rekan-rekan nya untuk berdemonstrasi dikepala dan di hati, hasilnya sudah bisa diduga :

Ibnul Qayyim mengatakan, buanglah lintasan pikiran syaithaniyah. Jika tidak engkau buang, ia akan menjadi fikrah. Buanglah fikrah itu. Jika tidak engkau buang, ia menjadi himmah. Buanglah himmah itu, jika tidak engkau buang ia akan menjadi amal perilaku. Buanglah perilaku itu, jika engkau tidak melakukannya ia akan menjadi kebiasaan.

Lalu mengutip perkataan 
Dr. Wayne Dyer, 
"Apa yang manusia pikirkan dan bicarakan akan berakumulasi dan menjadi peristiwa nyata". 
Juga sejalan dengan ungkapan Rhonda Byrne dalam The Secret. Kata dia, "Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup Anda ditarik oleh Anda ke dalam hidup Anda. Dan, segala sesuatu itu tertarik ke Anda oleh citra-citra yang Anda pelihara dalam benak, oleh apa yang Anda pikirkan. Apa pun yang berlangsung di dalam benak, Anda menariknya ke diri Anda."

Maka sekali lagi bermula dari diri yang lemah, kotor ini, latihlah terus dan jangan bosan juga menyerah, jatuh bangunnya saya sejak th 2000an mengamati prilaku pikiran dan hati saya tidak menyurutkan niat saya terus berlatih, berjuang dan jangan lupa senantiasa memohon kepada Rabb pemilik hati dan pikiran. 

Wallahu A'lam

Ingin-NYA VS Inginku

Sekuat apapun upaya untuk menolak jika Allah sudah menetapkan maka tetaplah pada kehendakNYA.
Sebaliknya, sekuat apapun upaya berkeinginan jika Allah tak menginginkan maka tetaplah pada keinginanNYA.

Dalam Hadis Qudsi-Nya, Allah berfirman kepada Nabi Daud AS : “Wahai Daud, kau memiliki keinginan dan Aku pun memiliki keinginan. Dan tidak akan ada yang terjadi kecuali apa yang Kuinginkan. Jika kau rela dengan apa yang Kuinginkan maka Aku akan memberikan apa yang kau inginkan. Dan apabila kau tidak rela dengan apa yang Kuinginkan maka akan Ku persulit apa yang kau inginkan. Dan tidak ada yang akan terjadi kecuali apa yang Ku inginkan.”

Keinginan kita acapkali tidak seiring dengan keinginanNYA, juga keinginanNYA acapkali kita tolak. Dan jelaslah hijab itu masih terlalu tebal menghalangi sehingga sulit untuk bersinergi dengan maunya Allah, maka dalam QS. Al-Baqarah Ayat 216 dijelaskan : "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".

Allah kadang hadirkan sesuatu yang bukan menjadi keinginan kita (Musibah, bencana, ketidak nyamanan situasi dan kondisi, kematian sanak saudara dll)  namun jika Allah berkehendak maka Allah akan sentuh hati kita agar kita sepakat atas keinginanNYA.

Dan saat yang sama Allah sudah memberikan alat agar kita bisa berjalan dengan keinginanNYA, apa alatnya, bisa sabar, biasa kuat, bisa tulus, dan lainnya, lalu Allah memberi keberkahan, keselamatan, dan pengampunan.

Belajarlah terus dihidup ini dengan ikut maunya Allah.

#alfaqir_abikana
#ikrokitabak
#jalankesadaran
#majeliskopipait

Selasa, 30 November 2021

Tuhan Maha Mengubah

Adakalanya Tuhan mengirim seseorang yang berke"sulit"an kepada kita, untuk mengurai kesulitan kita, bahkan bukan hanya sekedar mengurai namun Tuhan ubah menjadi kemudahan. 

Namun acapkali kita gagal menerima hadirnya seseorang yang berkesulitan, yang itu hakikatnya Tuhan yang kirim. Bukan hanya menolak kadang hati kita pun ikut mendamprat, mencemooh, menghardik, dan menghina dinakan. Dan akhirnya Tuhan pun mem-pending kembali 

Ternyata membantu kesulitan orang itu ada benang merahnya 
dengan terbebasnya kita dari kesulitan dan terkabulnya doa yang selama ini kita panjatkan, sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW

"Barangsiapa ingin DOA nya terkabul & dibebaskan dari kesulitan, hendaklah ia mengatasi (membantu) kesulitan orang lain"

Tuhan kasih kita proyek untuk membantu hambanya yang berkesulitan namun disisi lain Tuhan persiapkan kemudahan yang selama ini kita dirundung kesulitan. Jadi jangan ge er dulu kalo Tuhan kasih mudah sehabis menolong orang.

Rabu, 24 November 2021

Menemukan kesadaran diri dari para pembenci

Orang yang membencimu adalah dia yang paling jujur menemukan dan mengatakan kekuranganmu. 
Tidak mudah memang untuk berterima-kasih kepadanya, namun setidaknya dari hal tersebut kita bisa belajar melihat af'al Allah, yang dia itu hakikatnya digerakkan lisannya oleh Allah untuk mengingatkan kita. 

Dia membantu kita untuk mengetahui apa saja yang harus kita perbaiki. 
Terimalah kebencian dan ucapannya sebagai nasihat, lalu instropeksi serta perbaiki diri lemah ini, doakan dia, hadiahkan yang bisa kita hadiahkan, jika tidak bisa setidaknya kirim dia hadiah fateha dari ketulusan hatimu, agar dapat ditangkap oleh hatinya. 

Lalu keberkahan Allah curahkan kepada Pembenci dan yang Dibenci, meskipun keduanya harus terus banyak belajar, agar pembenci tidak liar dalam membenci dan yang dibenci sadar akan kekurangan dirinya lalu tidak serta merta menyalahkan di pembenci. 

Dan ternyata ada pelajaran didalamnya dari Allah pun jika keduanya "sadar", pembenci adalah merupakan alat yang Allah kirim buat si yang dibenci menemukan kesadaran diri. 

Wallahu A'lam

#latihterushati
#mewaspadaipergerakanhati
#mewaspadaipergerakanfikir
#ikrokitabaka
#sinawu
#kesadaraninsaniyah

Selasa, 23 November 2021

Tiga kali tegukan

Kebiasaan Rosulullah SAW / Sunnah ketika meminum air biasanya 3x tegukan, dan saya pun acapkali melihat guru-guru saya melakukan hal yang serupa, hal sepele sepertinya namun jika di analisa secara ilmu kesehatan modern MasyaAllah banyak manfaat yang akan kita dapatkan dari kebiasaan-kebiasaan Nabi SAW.

Belumlah lagi ketika minum dalam posisi duduk tidak dalam posisi berdiri. Nabi melarang banget minum sekaligus tenggak 1 gelas, melarang juga minum sambil berdiri dan bernafas dalam gelas saat minum, itu bukan tanpa alasan sebab apa-apa yang beliau lakukan hakikatnya atas perintah Allah (ilmu dari Allah) bukan semaunya beliau.

Khalifah Marwan bin Hakam bertemu dengan Abu Said al-Khudry. Marwan bertanya saat itu, “Apakah engkau mendengar Rasulullah SAW melarang meniup air minum?”

Said pun menjawab, “Benar.” Rasulullah memang tidak pernah bernapas saat minum. Rasulullah juga tidak pernah meniup air panas yang akan diminumnya agar menjadi dingin. Mengapa Rasulullah melarang melakukan hal-hal demikian. Beliau bersabda,

“Jika kalian minum, maka janganlah mengambil napas dalam air minumnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Lalu pernah suatu ketika Anas bin Malik RA melihat Rasulullah mengambil nafas sebanyak tiga kali di luar gelas, kemudian beliau meminum kembali air tersebut. Anas kemudian menanyakan, “Kenapa Rasulullah melakukan hal demikian?”

Rasulullah kemudian menjawab, karena yang dilakukannya itu jauh lebih segar, lebih enak, dan lebih nikmat. Rasulullah juga mengatakan, jika memang di antara umatnya ada yang terpaksa harus bernapas maka dianjurkan supaya mengangkat gelas itu terlebih dahulu dan menjauhkannya dari mulut. Setelah itu, Rasulullah juga menganjurkan supaya menutup gelas tersebut untuk menghindari jatuhnya segala macam penyakit masuk ke dalam gelas.

Rasulullah juga melarang minum air langsung dari teko. Karena, minum cara seperti itu bisa membuat orang tersebut terengah-engah bernapas di dalam wadah air, dan juga tidak bisa mengatur seberapa banyak air itu masuk ke dalam mulut.

Karena itu, dalam sebuah hadis Rasulullah mengatakan, “Janganlah kalian minum pada satu bejana dengan satu kali teguk, sebagaimana minumnya keledai. Namun minumlah dalam dua teguk-dua teguk, atau tiga teguk-tiga teguk. Sebutlah nama Allah ketika kalian hendak minum, dan ucapkanlah Alhamdulillah ketika lepas dahaga kalian.”
(HR. Bukhori).

Pada suatu waktu Sahabat Anas dan Qatadah menemui Rasulullah. Keduanya pun bertanya kepada beliau, “Bolehkah minum sambil berdiri?”

Menjawab pertayaan para sahabat, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barang siapa lupa hendaklah dia memuntahkannya.”
(HR. Muslim).

Mengapa ya Rasulullah melarang? Tentu saja ada manfaat di baliknya dan hal itu bisa memberikan kemanfaatan juga pada tubuh manusia. Jika minum sambil berdiri maka air akan masuk ke tubuh tanpa ada proses penyaringan terlebih dahulu, bablas....namun ketika minum sambil duduk, air akan disaring terlebih dahulu kemudian dialirkan pada pos-pos penyaringan sebelum masuk ke ginjal.

Wallahu A'lam

Tidak Berprasangka

Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga su...