Selasa, 23 Maret 2021

Tanjakan Tapos

Bismillah, Assalamu'alaikum
Kenapa saya namakan TAPOS, sebab finish di Kampung Tapos.
Dengan start di kampung Cikarawang Desa Leuwibatu Rumpin Bogor dan dengan jarak 1.67 KM tanjakan ini cukup membuat anda klimaks berkali-kali. 

Info yang saya dapat dari penduduk sekitar bahwa ada jalan tembus menuju kampung disebelah bukit sudah lama, namun di tgl 11 Januari 2021 baru sempat saya dan rekan-rekan UTT (Unlimited Time Team) menjelajahi nya. Saat itu kami start dari kampung Cikarawang pukul 17.10 lebih kurang.

Dan waktu tersebut menurut warga kurang bagus sebab akan memakan waktu lama dan bisa sampe atas malam hari. 
Namun karna kepenasaran kami maka perjalanan tetap berlanjut. Setelah kami melakukan gowes nanjak 1.67km sampailah kami di pos tempat kumpul sebagian para warga yang juga ditempat tsb sinyal ponsel cukup bagus di dapat. 

Sejenak kami rehat sambil berbincang yang kebetulan saat itu ada Pak Dodi selalu RT di kampung Tapos, saya pun mencoba membuka pembicaraan sekaligus perkenalan, lalu disela perbincangan saya mencoba bertanya... " Pak RT apakah sejauh yang Pak RT tau, sudahkah para goweser gowes lewat jalan ini...?" Tanya saya, lalu Pak RT dan warga lainnya pun menjawab "setau kami baru bapak-bapak ini" (Wallahu A'lam) 
Selang beberapa menit kamipun melanjutkan perjalanan setelah kami mengantongi info tembusan selanjutnya. 

Lalu setelah kampung Tapos kami kembali rehat di kampung Sirna Asih dan singkat cerita sampailah kami pukul 22.30 di rumah singgah Kang Ganda, dan kamipun isoma. 

Kurang lebih pukul 00.00 kami lanjutkan perjalanan menuju pulang namun kami tidak ingin rute awal pergi, lalu kami sepakat lewat Leuwiliang - Ciampea - Putat Nutug dan BSD dan sampailah kami di Bintaro kurang lebih pukul 04.10 

Sebelum mengakhiri tulisan ini sedikit akan saya ulas tentang tanjakan Tapos. Salah sekian banyak tanjakan yang berada bilangan Rumpin saya menomor satukan tanjakan tapos diawal start elevasi sudah mencapai 200an M dan sampai finish tanjakan ini 490 M. 
EG sekitar 290-an hanya dengan 1.67 KM dengan Gradient  mulai dari 12 - 26% dan Top Gradient nya 23.7% - 26.2% cukup menantang sih πŸ™„
(Analisa teman saya Iwa Solzhie) 

Dan sejauh ini Tanjakan Tapos mulai dikenal dikalangan para goweser dan saya sendiri sudah mengulang hingga 3x cukup membuat klimaks. 

Link Poto Tanjakan Tapos namun bercampur dengan rute lainπŸ‘‡
https://photos.app.goo.gl/291bpD6LSGGbHBZ5A

https://photos.app.goo.gl/h44wachsdX7DCBrz7

https://photos.app.goo.gl/WP7Zap6QhjsLRsBo8

Demikian 
Wassalam

Senin, 22 Maret 2021

Turun setelah Nanjak

Setelah pahit akan ada manis. 
Setelah nanjak akan ada turun. 
Namun ini yang istimewa didalam kesulitan Allah sertakan kemudahan. 
QS Al Insyirah 5-6

Setelah berkucur keringat menempuh track yang tidak lazim buat saya dan Elvis Octaviansyah (tidak dengan penduduk setempat, yang biasa wara-wiri) sampailah di jalur yang cukup aman dan bisa tersenyum. 

Saya kehabisan air dan sempat minta seteguk dua teguk air dari Kang Sumanta, Kang Sumanta sudah 17th kurang lebih bekerja sebagai pembuat gula aren (asli tanpa campuran) dan saat kami temui dia pun sedang mengolah buah aren yang kelak akan dijadikan kolang kaling sebagai tambahan pendapatan selain produksi gula aren, kami pun panjang lebar berbincang seputar usahanya, lokasi penyadapan air nira yang kelak jadi gula merah persis di perkebunan kopi. 


Kami dipesankan jika ingin melihat proses pembuatan dari awal pengambilan air nira di jam 11 siang lalu direbus menjadi gula aren, kami disuruh datang lagi, bisa membawa roti tawar atau ketan buat campuran sajian makanan gula merah cair, Kang Sumanta setiap harinya selalu menghabiskan waktu dikebun. 

Raut wajah Kang Sumanta di kesunyian hutan / kebun diatas bukit saat saya temui tidak memperlihatkan suatu raut wajah yang pesimis dia nikmati jalan hidupnya, dia syukuri jalan hidupnya, dan dia sangat ramah saat menyambut saya yang saat itu lelah kami sudah memuncak. 

Sebelum bertemu Kang Sumanta saya sempat sedikit berbincang dengan Kang Naning yang juga seorang pemuda kuat yang mempunyai usaha ternak kambing dan beberapa petak sawah juga kebun, rumah Kang Naning menjadi rumah singgah saya juga, dan tanggal 31 bulan ini dia akan mengkhitan anaknya. 


Kebiasaan saya dan itu pula yg dilakukan oleh bapak saya, banyak-banyak menjalin silaturrahmi, makanya saya ada beberapa rumah singgah di Negeri Rumpin dan kami sudah seperti saudara. 

Kang Sumanta dan Kang Naning yang saya temui adalah sosok dua orang yang memberi banyak energi positif bagi kami untuk lebih mensyukuri apa-apa yang Allah beri dan menerima semua Ketetapan_NYA tanpa rekayasa. 

Wallahu A'lam

GOWES UTT "Unlimited Time Team"

Terngiang dari ucapan Akil Sugandi (Ketua BinBiC / Bintaro Bike Community) saat kali pertama nama UNLIMITED TIME TEAM muncul, Kang aman kan hari ini ? "tanya saya", saat itu kali pertama saya ajak JNR, sepontan dia menjawab "Unlimited Time" dan saat itu kami kurang lebih 10 peserta, sampai dirumah kurang lebih 02.40 dini hari. Lalu setelah berlangsung beberapa waktu saya meminta bantuan AGUNG GREEN T untuk membuatkan LOGO dan kelak saya jadikan PIN buat peserta yang telah mengikuti UTT selama 3x atau 1x yang menurut saya pantas (dengan pertimbangan sesuai syarat yang berlaku) sebagai apresiasi saya kepada peserta yang telah ikut nemenin saya juga buat seru-seruan aja sih. 


Agenda UTT sih tidak terjadwal tetap, bisa 2 bln 1x, bisa 1 bulan 1x disesuaikan saja dan ingat rute ngacak namun masih sekitar NEGERI RUMPIN atau kita masih JELAJAH NEGERI RUMPIN (Logo sumbang sih Wahid) dan saya pun bekerja sama dengan Media Rumpin yaitu Pesona Rumpin yang di gawangi oleh Kang Ozos seorang Wartawan Radar Bogor


Ada selintingan temen-temen gowes berkomentar ... "gowes kok gitu-gitu amat sih Kang ...!, bukannya happy malah nyusahin dan cari penyakit, gowes kok pulang pagi 🀭" seperti saat UTT 3 tepat di pos ronda kampung tapos jam 20.30 dan tiba sampai rumah 04.00 subuh, gak salah sih temen bilang begitu dan malah iya bener, bener banget.


Tapi kalo saya boleh berkomentar "Membenarkan Diri" πŸ˜€ kalo gowes masih 24 jam sih rasanya masih aman tubuh ini, sekaligus saya ingin mengetahui ketahanan tubuh ini sampai dimana. Dan yang jelas kan UTT ini masih ada ISOMA nya kok 🀭

Syarat dan Ketentuan berlaku seringkali saya ucapkan atau tulis di brosur atau di Grup WA kepada peserta baik yang sudah lama maupun yang baru ikut, apa sih syarat dan ketentuan itu :

1. Jangan tanya kemana

2. Jangan tanya pulangnya kapan

3. Jangan tanya berapa km

Itulah diantara syaratnya, namun juga wajib kuat lahir bathin, sepeda sehat, dan tentunya badan juga sehat, bawa uang, bawa lampu sepeda depan dan belakang, sebab estimasi kami pulang pagi. Sejak UTT1 hingga UTT3 dan secepatnya 4 ada saja peserta yang ikut dan yang jelas kami komitmen jika ditengah jalan ada yang menyatakan tidak kuat silahkan balik kanan seperti kejadian di UTT3 dua peserta mundur teratur. 

Demikian sekilas info tentang Gowes Unlimited Time Team yang saya lakukan sebagai sarana mengexpresikan jiwa petualang saya. Dan kadang menjumpai sesuatu yang unik, yang mistis juga Pesona Negeri Rumpin yang sebelumnya tak dijumapi, juga sensasi tengah malam dihutan. 

Link Poto UTT1

https://photos.app.goo.gl/vYEpjmstyPH11j3ZA 

Ling Poto UTT2

https://photos.app.goo.gl/5qcPy6iaskukbieJA

Link Poto UTT3

https://photos.app.goo.gl/291bpD6LSGGbHBZ5A

Dan InsyaAllah UTT4 akan saya agendakan di tanggal 10-11 April 2021, semoga berjalan dengan lancar, sehat selamat dan tidak ada satupun halangan Aamiin


Yang berminat ikut UTT (Unlimited Time Team) atau JNR (Jelajahi Negeri Rumpin) bisa hubungi saya di No WA 0852-1001-2224 


Terima Kasih

Salam Gowes





Selasa, 16 Maret 2021

Road Capten dalam Rumah Tangga (RC RT)

Ada yang menarik bicara tentang Road Capten (RC) saat saya gowes pletonan di Bintaro Loop. 
Yaitu sosok Road Capten yang selalu didepan dengan kekuatan full, dan stamina prima, dia mampu membawa rombongan dengan speed konstant di 30 - 45 bahkan mungkin lebih. 


Dia fokus dengan lintasan yg dihadapi, dia tidak fokus pada ending namun dia fokus pada saat itu, dan dia tidak terpengaruh ketika ada laju sepeda lain yang menyalip, atau motor dan mobil yang mendahului, dia tetap fokus pada apa yang sedang dijalani, konsentrasi seorang RC pun wajib dijaga, sebab ketika ada rintangan, saat melawan arus angin yang menghantam dia tetap jaga keseimbangan, belumlah lagi tanggul, lobang, tanjakan serta tikungan yang kadang bisa menggelincirkan laju sepedanya, dan seorang RC wajib bisa menjaga keseimbangan dan konsentrasinya, namun juga tetap menjaga barisan agar tetap rapih terjaga. 

Lalu menjaga pula agar yang mengikuti diapun tetap dalam barisannya, tidak tercecer apalagi tertinggal dan kalopun seorang RC mendapatkan kendala speednya sedikit melemah maka setidak ada RC penggantinya, bukan untuk lari dari tanggung jawab sebagia RC tapi ambil acang-ancang untuk kembali melaju dietape berikutnya. 


RC harus prima, RC harus konsentrasi, RC harus menguasai medan, dan RC harus faham itu semua, maka ketika ending bukan hanya RC yang puas namun rombongan yang mengikutinya pun ikut puas dan senang. 

Demikian dikehidupan, setiap kita adalah RC dalam rumah tangga, dan rombongannya adalah keluarga kita, anak, istri, mungkin orang tua atau mertua yang ikut atau bahkan ada saudara. Seorang RC dalam RT pun demikian, harus kuat, harus prima, harus fokus dan konsentrasi pada apa yang dia emban, jangan pusingkan lingkungan yang akan membuyarkan lajunya biduk RT, yang kadang kerap kali menjadi bagian ujian dalam lajunya bahtera RT. 

RC RT harus faham apa yg menjadi kewajibannya, faham banget apa yg menjadi kebutuhan keluarganya, dia tetap tegar walaupun banyak aral melintang didepannya, dia tidak cengeng, seorang RC RT wajib yakin Allah bersamanya, dia tidak disibukkan dengan lalu lalang laju kehidupan tetangga, tetangga melaju pesat dengan kehidupan yang mapan dia biasa saja sebab dia fokus dengan lajunya biduk RT nya, dia berusaha sekuat tenaga agar laju RT nya konstant, kalopun ada saat dia merasa lemah maka ada istri sebagian RC pengganti sementara, dan ini sangat diperlukan agar laju RT tetap berlangsung dan InsyaAllah endingnya pun akan sama bahagia, sama nikmat, jika menemukan kedukaan sama berduka tidak hanya sama bersuka. 

Dengan demikian InsyaAllah RC RT menghantarkan pada cita-cita yang menjadi tujuan semua RC RT yaitu SAMAWAR, tebarkan CINTA di RT jangan pegang rasa kuasa pada sosok RC RT. 


Tidak Berprasangka

Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga su...