Sabtu, 13 November 2021

FATAMORGANA


Terlelapku dibuaian malam
Selepas mengisi hari seolah tak henti. 
Hingga kecemasan selalu menanti.  

Esok lusa seakan pasti,hingga sapaannya begitu memabukkan hati,nyaris tanpa henti...

Kudekati melati ternyata tak sejati
Kupeluk pelangi sekejap pergi
Kutadahi hujan yang enggan bersama,tiada yang abadi
Semua fatamorgana

Namun rayuannya mengundang tanya, menyimpan rasa dan
sesekali bertanya... 
Akupun berlalu,kujumpai makna dalam kata yang sirna. 

#puisijiwa 14-Nov-2013

Kamis, 11 November 2021

Noda Buah Jamblang

Taukah anda buah jamblang ? 
Ya buah jamblang yang banyak tumbuh diwilayah Negara kita, buah enak untuk dikonsumsi, dirujak atau hanya dimakan begitu saja.

Saya sih bukan bercerita tentang buah jamblang, namun ada keterkaitannya dengan buah jamblang ini. Siang ini selagi saya istirahat makan siang seusai kerja setengah hari ( waktunya istirahat), tepatnya persih didepan tempat bekerja saya, ada warung sunda, dan sebagian kami berlangganan makan di warung itu, disamping warung itu ada empang, sambil memandang empang kami sarapan dan makan disana, dan disebalik lokasi empang menghampar luas setu parigi, tempat yang pas buat kami beristirahat.

Kami duduk tatkala makan menghadap empang, di belakang ada 1 batang pohon jamblang, yang saat ini sedang berbuah namun jarang sekali warga sekitar bahkan pemiliknya mengambil buah jamblang tersebut, sehingga nyaris habis berjatuhan tanpa bisa dinikmati.


Siang itu seusai makan, saya lanjutkan memesan kopi hitam dan menghisap sebatang rokok 234, rokok yang sebagian orang menyukainya, tapi banyak pula yang tidak menyukainya bahkan mengharamkannya...its oke saya gak bahas rokok, kembali ke jamblang saja 😀. 

Sedang asyik-asyiknya saya ngobrol bersama rekan, kebetulan juga rekan saya ini goweser, dia adalah Maryadi yang menjadi driver salah satu murid Mentari School Bintaro, lalu saya dikejutkan dengan jatuhnya 1 buah jamblang tepat dilengan kanan saya yang pada hari ini saya mengenakan kemeja tangan panjang, walhasil kemeja saya bernoda ungu kemerahan khas warna buah jamblang matang.

Nah kebiasaan saya nih, ketika saya mengenakan pakaian bersih saat hendak kerja lalu lalu ternodai dengan warna atau semacam jamblang tadi, atau ketika musim hujan terciprati oleh kendaraan, maka reaksi saya kadang jengkel, marah dan begitu tidak terimanya ada kotoran yang mengenai kemeja atau celana saya, pola-pola pemikiran semacam itu acapkali sangat melekat, dan hal semacam ini jangan dibiarkan, sebab jika dibiarkan akan beranak pinak dan akan selalu menolak qudrat. Sepertinya jika menghilangkan noda dikemeja akan banyak cara dan relatif mudah, namun menghilangkan noda hati yang Masya Allah sulitnya jika tidak dengan Anugrah Allah

Manusiawi sih jika itu terjadi, sebab pada umumnya kita kan suka bersih, namun ada sentilan kecil dalam lubuk hati saya tatkala pola-pola lama masih berkecimpung dalam diri, ada semacam teguran halus yang mengatakan, " Jika kamu Agus...dengan ternodanya kemejamu saja begitu perhatian, dan cemas, serta emosi, mengapa ruhanimu ketika terkotori kamu santai saja, bahkan tak sedikitpun kamu risau" 
nah... sampai disitu teguran halus itu menyapa, lalu mulai saya mengevaluasi diri, sejauh ini saya akan merespon kejadian serupa diatas dengan pola sadar menerima qudrat, dan sekali lagi Tuhan tegur saya dengan pragmen sederhana...

Ow ternyata disetiap kejadian Tuhan memberitahu, menginformasikan kepada saya, agar terus belajar dan intropeksi kedalam bukan keluar.

Ikro kitabaka

Rabu, 10 November 2021

Ku ambil posisi-NYA

Aku seringkali berucap DIA maha benar namun tak jarang aku merasa paling benar dan mencoba menggantikan posisi-NYA.

Aku seringkali berucap DIA maha baik namun tak jarang aku merasa paling baik.

Aku seringkali berucap dan meyakini DIA maha pengampun namun dendam atas perlakuan sesama masih tersimpan rapih dan enggan memaafkan.

Dan terakhir ini...
sesungguhnya shalatku, ibadahku,hidup dan matiku hanyalah semata-mata karena Allah, nyatanya masih jauh dari karna Allah masih dominan karna makhluk. 

#kajidiri

HUTANG

Mungkin banyak kita yang berhutang dan mampu membayarnya, walau dengan cara berhutang kembali.
Selesai hutang 1 kembali berhutang, pola yang sama terus berulang. 

Dan saya mulai mengamati pola gali lubang tutup lobang ini, sebab ini acapkali terjadi pada saya.

Matrialnya hutang bernama "UANG"
In Matrialnya "PRILAKU" berhutang, dorongan kuat dari dalam diri untuk memuaskan keinginan-keinginan yang kerap kali bukan kebutuhan.

#danituguebanget😁

Selasa, 09 November 2021

Hidup di antara waktu ke waktu

Hidup itu menunggu dari satu waktu ke waktu yg lain.

Pilihan hidup dan mati kita ada diantara waktu tersebut, hendak di isi waktu itu dengan perkara apa ke perkara apa?

Apakah kita akan mengisinya dengan... 

Datang waktu pagi hanya menunggu waktu malam.Datang sarapan / makan pagi lalu menunggu datang makan siang, atau dari satu ghibah ke ghibah yang lain, atau pula dari kesibukan waktu bekerja ke waktu kerja esok harinya. Juga dari keuntungan usaha hari ini menunggu keuntungan esok hari. Ataukah dari waktu sholat subuh menunggu waktu sholat djuhur lalu sholat ashar, magrib serta isya.

Dan ternyata hidup sangat singkat sekali, hingga kadang kematian menjemput tatkala kita istiqomah di waktu yang kita lakoni, jika istiqomah kita mengisi waktu sedang menunggu waktu malam dengan menyibukkan diri menghitung untung ruginya usaha kita, maka saat itu maut tidak lagi kompromi dan sekita tarik nyawa kita, saat yang sama kita dapati keuntungan besar atas usaha kita, dan itu sudah tak lagi berguna. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.”(QS al-Mu’minun: 112-114) 

Atau mungkin mengisinya waktunya dengan kebiasaan bermaksiat, lalu Allah perintahkan malaikat maut saat sedang bermaksiat.

Atau sebaliknya ketika sedang ta'at, sedang berjamaah, sedang ta'lim, atau sedang bekerja namun niat dalam hati sambil menunggu waktu dhuhur atau asyar, namun upayakankah berniat dikesaharian menunggu waktu datangnya sholat dengan berkegiatan lain. 

Hidup itu menunggu, menunggu kematian, lalu waktu menunggunya kita selama ini akankah menunggu yang bermanfaat buat diri, keluarga dan sekitar kita, atau menunggu dengan diisi perkara yang sia-sia. Adalah bahwa kehidupan di dunia ini memiliki waktu atau masa yang singkat. Karena itu kita yang menyandang gelar manusia harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk berbuat baik dan menasehati dalam kebaikan. Jika kita tidak berbuat baik (bermanfaat) selama hidup maka kita akan masuk dalam golongan yang merugi (tidak bermanfaat)
Surat Al Ashr Ayat 1-3

Pola Tuhan Vs Pola Hamba

Suatu hari saya mendengar seorang teman bercerita tentang obat yang dikonsumsi tatakala ia sakit, lalu hasilnya luar biasa, kemudian beberapa bulan setelahnya, temen lain bercerita tentang sedekahnya dan Allah balas berlipat ganda, sungguh ajaib .... Subhanallah. 

Namun ketika saya mengkonsumsi obat tersebut kok biasa saja, lalu saya pun mengikuti prilaku teman saya yang sedekah juga tak berefek, lagi-lagi biasa saja, tidak ada keajaiban sama sekali. 

Penting untuk dicatat, InsyaAllah sesungguhnya jika kita tetap tegas meyakini bahwa semua "keajaiban" itu berasal dari Allah tanpa merasa mampu memastikan pola-pola Allah dalam membantu kita maka InsyaAllah keajaiban-Nya akan terus bersama kita.

Namun jika kita sudah mulai “menuhankan” pola-pola semesta, atau menuhankan produk atau ide buatan manusia, maka biasanya keajaiban akan meninggalkan kita. 

Ketika kita melupakan Allah, maka keajaiban dan pertolongan Allah akan menjauhi dari kita.

Terjebak pada pola dan hukum sebab akibat, bisa sangat berbahaya. Awalnya memang pola yang ada biasanya sangat membantu, namun lama kelamaan akan menjadi bumerang bila kita terlalu fokus kepada polanya tapi lupa kepada YANG MAHA MEMBERI POLA, alias lebih percaya kepada pola dibandingkan yakin kepada Allah dan pertolongan-Nya.

KODE SEMESTA

Dalam obrolan ringan pagi ini diwarung kopi bersama teman yang kebetulan menceritakan baru dapet transferan sejumalah sekian rupiah dari seseorang, dan dia juga menceritakan tidak menduga dan menyangka, dengan raut wajah yang begitu bahagia dia bercerita.



Namun disela obrolan dia mengeluarkan kalimat #istidraj dan sedikit ulasan tentang itu kepada saya, yang sejatinya menyoal tentang pribadinya.

Namun beda sekali yang saya tangkap, nyatanya kalimat itu Allah setting lewat lisannya dan diperuntukkan buat saya.

Kode semesta pagi ini disela ngopi.

Tidak Berprasangka

Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga su...