Rabu, 15 Januari 2020

Aku dan Sesalku

Usia yang tersisa mengantarku ke dalam lamunan senja.
Beranjak sedari muda hingga tua namun kesadaran tak menua, hingga pada saat tutup usia dinegri fana tetap tak menua.

Lalu jasadpun tergolek kaku diantara tanah merah yang membau, sempit nan menghimpit.

Lalu aku terjaga disunyi dan gelapnya negri baru penuh sesal dan haru. 

Sesekali kutengok alam fanaku kusertai sesal tak lagi berlaku, aku dan sesalku 

From DoniNB
16/01/20. 
13.21 Wib

Aku dan Kebohongan Syukurku

Malam itu jelang mata terpejam, kudengar sekumpulan katak berdendang riang, atau bisa juga berzikir takbir.

Aku yang jelang lelap menelusuri kegiatan dikeseharian yang hampa berhamba. Mensyukuri nikmat bak air didaun keladi, hilang tak berbekas, syukur lisanku pun belum sampai kesyukuran yang penuh kesadaran.

Pagiku syukur, siangku kufur lalu malamku lalai dikasur. Dibatas lisan saja syukurku masih tak berkesan, apalah lagi sampai pada syukur bil arkan dan bil qolbi.

Aku dan kebohongan syukuranku, bergelayut sampai diambang pagi, lalu kutemui lagi nikmat-nikmat ILAHI RABBI yang berlimpah terbagi-bagi buat semua yang mengabdi bahkan pula yang lalai mengabdi.

Senin, 23 Desember 2019

Aku dan Senja


Aku dan Senja

Aku dan Senja
Ada gelisah saat senja mulai tiada, sekelumit cerita yang dulu kita rangkai kini tiada.

Aku dan Senja
Akankah cerita itu kan selamanya tiada atau hanya sebatas malam yang kelam.

Aku dan Senja 
Saat ini tak lagi bercengkrama, aku hanya menitip kata, kata yang mungkin tak bermakna buatmu.

Aku dan Senja
Cerita itu berlalu bersama sirnanya senja dicakrawala, yang berganti malam tanpa purnama, namun cerita itu tetap kubingkai dalam helaan nafasku.

Aku dan Senja
J - LOOP JPG
23 Desember 2019

Sabtu, 21 Desember 2019

Mati dalam Hidup

Perlahan mudaku mulai menua, ingatanku mulai melupa, hidupku perlahan dinanti mati.

"Mati yang mati" 

Saat hidup yang lupa hidup bahkan mati dalam hidup.

17 Desemeber 2019
Agus Heriyanto

Jumat, 20 Desember 2019

Mengering



Pohonku mulai mengering, rerumput pun hening, tanah resah tanpa basah aku hanya pasrah pada yang Kuasa serta sebait doa ku berucap nyata.

Kudengar hujan berbisik perlahan sabar ... kelak aku datang.

Aamiin

Track Sepeda Jalur Expert Parigi


Embun Pagi


Pagi ini sebulir embun terjatuh dari daun sisa tangis langit semalam yang masih bertahan, lalu sang bumi memeluknya.
Ada rindu yang kian meragu saat cinta yang mulai tiada.
Adalah DIA yang mempunyai keduanya.
Aku hanya ingin DIA memberi yang ada walau aku diantara ada dan tiada.

Abikana
9 Oktober 2019

Setia satu dan yang mendua


Sayang...

Terima Kasih kau telah setia, disaat aku sering tak ada, bahkan disaat aku pernah mendua.

Terima Kasih kau telah menjaga bunga melati tanda cinta kasih, walau kadang aku lupa menyadari.

Terima Kasih kau telah satu berhati, berhati padaku, walau aku pernah berdua hati pada yang lain.

Maafkan aku yang sering tak mengerti arti melati berputik dipagi hari.

Aku sayang kamu.

Abikana
6/3/2019

Tidak Berprasangka

Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga su...