Selasa, 09 November 2021
KODE SEMESTA
Dalam obrolan ringan pagi ini diwarung kopi bersama teman yang kebetulan menceritakan baru dapet transferan sejumalah sekian rupiah dari seseorang, dan dia juga menceritakan tidak menduga dan menyangka, dengan raut wajah yang begitu bahagia dia bercerita.
Senin, 08 November 2021
Aku & Sesalku
Beranjak sedari muda hingga tua namun kesadaran tak menua, hingga pada saat tutup usia dinegri fana tetap tak menua.
Lalu jasadpun tergolek kaku diantara tanah merah yang membau, sempit nan menghimpit.
Lalu aku terjaga disunyi dan gelapnya negri baru penuh sesal dan haru.
Sesekali kutengok alam fanaku kusertai sesal tak lagi berlaku.
Kuingin kembali walau sesaat untuk ta'at pada Ilahi Rabbi pemilik jagat.
Air Seni
Jangan paksakan untuk buang air kecil, dan jangan menahan untuk buang air kecil. Pada saat yang tepat tubuh akan mengeluarkan air tersebut, lalu nikmati serta syukuri setiap kucuran air yang keluar, perhatikan warna dan aroma air tersebut, sebab warna air dan aroma tersebut mencerminkan pasokan makanan yang kita konsumsi.
Juga apa-apa tindakan baik lisan, perbuatan, dan tatapan adalah mencerminkan isi dada seseorang.
Demikian dikehidupan, jangan paksakan kehendak kita / ingin kita pada-NYA dan jangan pula tahan kehendak-NYA, terima kehendak-NYA jangan didampingi kata TAPI, jalani saja proses yang berlangsung, namun ingat tetap dalam koridor ikhtiar yang baik menurut aturan main-NYA, bukan menurut aturan main kita dan memaksa Tuhan untuk mengikuti kehendak atau ingin kita.
Banyak kode-kode semesta yang bertebaran membantu penyempurnaan kesadaran kita namun acapkali kita masih terhijab sehingga kode didepan mata sulit sekali terdeteksi. Dan hijab itu sangat banyak.
Apa yang terjadi saat ini pada kita itu semua hasil konsumsi kita, konsentrasilah pada : Introspeksi diri, sadar diri, kaji diri, tunjuk diri. Diluar diri sangat tidak pantas untuk ditunjuk sebab ada diri yang sangat pantas untuk ditunjuk, kode menunjuk 1 ke orang 4 ke diri.
Salam damai buat seluruh semesta dan seisinya, tetap waspadai pergerakan qolbu mengarahkan jasad kemana juga kencendrungan kita pada sesuatu.
Ibadahnya Ayam
Jam menunjukkan pukul 16.45, saya bergegas pulang, rintik hujan tak sanggup halangi niat pulang setelah 8 jam berjibaku dengan kerjaan.
Ada satu yang beda selepas beristirahat sejenak, tawaran makan sore yang telah disiapkan istri, hanya 2 macam sih... ?
(nasi dan sambal ceker presto), namun dampaknya 2000 nikmat kudapat bahkan lebih, sebab nikmat tak mungkin dapat kita kalkulasi dengan angka-angka.
Maka bagi saya dan mungkin anda yang sudah berkali-kali membaca surah Ar-Rahman, pasti tidak asing dengan ayat yang seringkali diulang, bukan sekali dua kali, bahkan hingga 31 kali, dan ini buat saya teguran keras, bahwa saya masih mendustakan nikmat Allah dengan prilaku yang tak mencerminkan kesyukuran atas nikmatNYA, baik syukur lisan, arkan dan qolbu
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban”.
Beberapa hari yang lalu saya pernah request masakan ceker yang empuk pada istri namun baru sore ini ceker kudapat, ceker salah satu makanan kesukaan saya.
Saya suka, saya puas, saya bahagia dan 1 lagi saya kenyang, saya yakin istri saya pun demikian pula sebaliknya, dia bahagia melihat suaminya pulang kerja dan memakan masakannya dengan lahap.
Dan ternyata CEKER AYAM yang untuk sebagian orang kurang suka, bahkan ada lho yang jijik memakannya namun tidak dengan saya dan istri sanggup menciptakan kebahagaiaan dengan bermodal ceker ayam, dan bahagia itu sederhana, sesederhana ketika istri mempresto ceker ayam.
Ayam diciptakan sejatinya untuk mengabdi pada Manusia, maka ketika anggota tubuhnya di konsumsi oleh manusia lalu manejadi energi dan energinya digunakan buat beribadah pada yang menciptakannya maka ayam tersebut akan ridho namun jika sebaliknya maka ayam tersebut tidak ridho dan kelak nanti dia akan menuntut balik pada si pemakannya.
Ibadah ayam ya di makan manusia.
Wallahu a'lam
9 November 2018
Merasa Penting
Jika merasa diri sangat penting maka hati-hati itu awal ke-AKU-an mulai menyinggahi singgahsana diri.
Efeknya :
sulit untuk menerima Qudrat / Ketetapan dari Allah.
Allah kirim orang pelit "marah"
Allah kirim orang sombong "protes"
Allah kirim orang songgong "menolak"
Allah perlihatkan temen sukses "stress"
Allah perdengarkan diri di jelekin "jengkel"
Hati fikiran saban hari demontrasi 😁
Tiada jeda barang sedetikpun dalam kehidupan yang itu semua tanpa "Allah menetapkan"
Maka "waspadailah pergerakan qolbu dan kecendrungan fikir"
#wallahua'lam
#belajarmenerima
#latihterusberlatih
#iqrokitabaka
#bacalahkitabdiri
Apa yang kau terima hari ini
Fokuslah ketujuan, jika kau terganggu tentang apa yang dibelakangmu, juga didepanmu, maka sulit bagimu tuk melangkah maju. Jadikan "gangguan" itu sebagai alat agar kau lebih kuat.
Suka dan tidak suka atas tindakanmu, atas apa yang kau temui adalah suatu keniscayaan yang harus kau hadapi, namun akan menjadi elok jika ketidak sukaan atasmu yang diberikan "semesta" sebagai bahan intropeksi dirimu.
Semesta akan merespon tindakan baikmu dan burukmu, maka fahamilah dengan penuh kesadaran jika saat ini respon yang kau dapat adalah kebaikan, bahkan keburukan.
"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri"
Sabtu, 06 November 2021
TENTANG RASA
Rasa ya Rasa, ngomongin rasa kayaknya akan selalu berada dalam kawasan yang sulit diungkapkan dengan kata kata.
Rasa itu menuntut pengalaman pribadi secara langsung, dimana pemahaman yang didapat pun akan tergantung pada tingkat kepekaan rasa.
Rasa itu menjadi sebuah cerita yang tidak bisa diungkapkan. Jikapun terungkap itu rasa yang masih dalam area johiriyah, bagaimana seorang anak manusia yang sudah berusia tidak muda lagi jatuh hati pada pasangannya, dan rasa yang ada itupun pernah terjadi ketika usia masih remaja, dan rasa yang diterima dalam dimensi itu sama, walau sikon berbeda.
Pesan Abah saya, Hati-hati bermain di wilayah rasa, ada rasa yang bisa mengantarkan kita justru jauh dari Pemilik Rasa, sebab pengalaman saya membagi rasa menjadi 2 : Alat Rasa dan Alam Rasa
Seperti halnya pengalaman-pengalaman rasa dalam berkendaraan (sepeda dalam hal ini), XC, CX, RB, DH, Seli, Mini, BMX, Turing, Bike2Work, dan walau hanya sekedar Funbike dll, dalam perjalanan seorang goweser, dan itu akan disertai banyaknya cerita tentang rasa, dan ini masih wilayah rasa jasmani, belumlah lagi ketika masuk wilayah yang namanya RASA Perjalanan Ruhani.
Karena bisa jadi rasa yang diterima berbeda satu dengan lainnya, sebab kepekaan rasa dan penerimaan rasa yang berbeda, namun demikian hal yang selalu sama adalah semua rasa itu anugrah bagi semua makhluk, Hadza min fadli Robbi "Anugrah Robb semesta alam"
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak Berprasangka
Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga su...
-
Pagi ini saya dikabarkan semesta, bahwa seringkali apa yang kita pikirkan dan rasakan, lambat laun akan jadi kenyataan. Dan saya sendiri te...
-
Menyikat kamar mandi bukan hal yang aneh buat saya, tapi karna untuk meringankan tugas diantara kami, mungkin istri sedang tidak sempat atau...
-
Diatas pengimaman dan mimbar Masjid Wanantara Cirebon Jawa Barat, dimana dulu saya pernah belajar iqro, adalah relief berupa gambar tumbuhan...