Senin, 08 November 2021

Apa yang kau terima hari ini

Fokuslah ketujuan, jika kau terganggu tentang apa yang dibelakangmu, juga didepanmu, maka sulit bagimu tuk melangkah maju. Jadikan "gangguan" itu sebagai alat agar kau lebih kuat. 



Suka dan tidak suka atas tindakanmu, atas apa yang kau temui adalah suatu keniscayaan yang harus kau hadapi, namun akan menjadi elok jika ketidak sukaan atasmu yang diberikan "semesta" sebagai bahan intropeksi dirimu.

Semesta akan merespon tindakan baikmu dan burukmu, maka fahamilah dengan penuh kesadaran jika saat ini respon yang kau dapat adalah kebaikan, bahkan keburukan. 

"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri"

Sabtu, 06 November 2021

TENTANG RASA

Rasa ya Rasa, ngomongin rasa kayaknya akan selalu berada dalam kawasan yang sulit diungkapkan dengan kata kata.
Rasa itu menuntut pengalaman pribadi secara langsung, dimana pemahaman yang didapat pun akan tergantung pada tingkat kepekaan rasa.

Rasa itu menjadi sebuah cerita yang tidak bisa diungkapkan. Jikapun terungkap itu rasa yang masih dalam area johiriyah, bagaimana seorang anak manusia yang sudah berusia tidak muda lagi jatuh hati pada pasangannya, dan rasa yang ada itupun pernah terjadi ketika usia masih remaja, dan rasa yang diterima dalam dimensi itu sama, walau sikon berbeda. 

Pesan Abah saya, Hati-hati bermain di wilayah rasa, ada rasa yang bisa mengantarkan kita justru jauh dari Pemilik Rasa, sebab pengalaman saya membagi rasa menjadi 2 : Alat Rasa dan Alam Rasa

Seperti halnya pengalaman-pengalaman rasa dalam berkendaraan (sepeda dalam hal ini), XC, CX, RB, DH, Seli, Mini, BMX, Turing, Bike2Work, dan walau hanya sekedar Funbike dll, dalam perjalanan seorang goweser, dan itu akan disertai banyaknya cerita tentang rasa, dan ini masih wilayah rasa jasmani, belumlah lagi ketika masuk wilayah yang namanya RASA Perjalanan Ruhani.


Karena bisa jadi rasa yang diterima berbeda satu dengan lainnya, sebab kepekaan rasa dan penerimaan rasa yang berbeda, namun demikian hal yang selalu sama adalah semua rasa itu anugrah bagi semua makhluk, Hadza min fadli Robbi "Anugrah Robb semesta alam"

Latihan Menerima Ketetapan


Tubuh dan segenap perangkatnya sangat sudah sempurna, dan juga hasil dari kompetisi / pertarungan milyaran sel sperma dan itu luar biasa, dan kita menang 💪 

Walau dalam  pandangan djohir, kita mendapati banyak yang tidak sempurna, tapi justru disitu letak ke Maha Sempurnaannya Allah, sebab tiada satu tindakanNYA yang sia-sia (Al-Baqarah 26-27) 

Dalam diri juga sudah dipasang banyak sensor dan terkoneksi ke alarm diri, jika kita melakukan hal yang melanggar lalu lintas frekwensi energi positif maka alarm itu akan memberi tahu, namun ketidak pekaan kita atas itu membuat kita main tabrak dan terus melanggar, walhasil Allah tilang dengan berbagai masalah juga musibah, sebagai pengingat.

Lalu Allah pun memberikan kode-kode disemesta ini, agar apa ... ? 
ya agar kita bisa mengoptimalkan pemberian Allah berupa akal, banyak ayat-ayat yang menyatakan itu antara lain ... (Az zumar 18) 
Nah artinya Allah itu ciptain kita dengan kesempurnaan yang nyata, juga segala fasilitas istimewa kita dapati, kita tinggal gunain, kita tinggal nikmatin, nurut ama Allah, ikutin mau Allah (bahasa globalnya), maka kita tidak akan mendapati kehidupan ruwet rawet, walau senyatanya hidup itu pasti ada ruwet rawetnya, namun kita bisa terima keadaan tersebut, dan menjalaninya dengan tepat dan benar.

Ruwet Rawet dalam kehidupan itu adalah sunatullah, namun perkaranya bukan masalah ruwet rawet, masalahnya bagaimana menerima ruwet rawet tsb dan mempackingnya menjadi sebuah nilai ibadah, bukan malah menjadi income jiwa yang sengsara.

Kita mungkin sudah biasa dan bisa menerima sesuatu yang kita inginkan, namun bisakah atau terbiasakah kita menerima sesuatu yg tidak kita inginkan, padahal 22 nya itu Allah punya haq memberi, terimalah dulu kenyataan didepan mata, baik suka maupun tidak, jika kenyataan itu bukan sesuatu yg kita inginkan, terima dulu saja, terima, terima.....lalu beristighfar, lalu intropeksi diri sedalam-dalamnya, mohon padaNYA  dengan tenang, sertakan sabar didalamnya, dan jalani jangan diratapi (Alam Nasyroh 6).

Hidup ini dikenyataan, kenyataan saat ini, ya kita hidup dengan segala aktifitas dan aturan semesta, kita tidak ikuti itu maka semesta akan mensortir kita, dan nyatanya semesta itupun sedang mengikuti Allah punya mau.

#urapsukundantehmanis
#sinawu
#instropeksidiri
#iqrokitabaka

Kamis, 04 November 2021

JATAH

Semua sudah dijatahkan :
✓ Jatah Rezqi 
✓ Jatah Jodoh
✓ Jatah Mati 

Sebagai hamba Allah wajib buat kita usaha maksimal lalu lanjut dengan ikhtiar (saya mendapati antara usaha dan ikhtiar berbeda), usaha lebih ke djohir, sedang ikhtiar adalah bathin, namun jangan men-TUHAN-kan usaha ataupun ikhtiar tsb, ikhtiar bagian dari ibadah kita pada Allah.

Tidak ada kata SIAL yang ada Anda sedang dapat JATAH, nah bagaimana sekarang menyikapi jatah musibah atau jatah nikmat, jika jatah musibah banyakin instropeksi diri jangan cari kambing hitam, juga ketika dapat jatah nikmat yang setiap detik kita rasakan dan nyatanya saya masih "mendustainya"

Gimana bisa bijaksana mengatasi, menerima, serta instropeksi diri ketika dapat jatah musibah, sedangkan saban detik dapat jatah nikmat saya masih LALAI.

Ungkapan pagi ini ketika diberi jatah berfikir sepagi ini, buat diri yang sering dzolim.

Lanjut ...

Jika engkau malu menjemput rezqi dari jalan yang tidak biasa kau tempuh (tentunya jalan halal ya ...) 
Maka rizqi pun akan malu hadir kepadamu.

Pengalaman jemput rezqi saya :
✓ Buat kaligrafi kaca
✓ Kenek Bangunan
✓ Kuli naikin, nurunin, batako
✓ Tukang Taman, perawatan taman area Bintaro
✓ Cleaning khusus Toilet 
✓ Jualan batu akik hias
✓ Tukang Pijat
✓ Kurir
✓ Ojek 

Kini 15th dikondisikan Tuhan di Mentari International School Bintaro (MISB)

Hiduplah apa adanya, jalani dengan tulus, sebab Tuhan tau apa yang kita mau dan Tuhan pasti kasih apa yang kita butuhkan, jangan bikin ribet, hidup sudah terlalu indah dan nikmat, syukuri saja ... dan banyakin istighfar atas salah dan khilaf.

Jikalah Tuhan buka kebusukan saya juga anda maka hilanglah semua kedok kebaikan, Tuhan tutup rapat-rapat agar kita terhindar dari aib dan malu, tapi kita acapkali mengumbar keburukan dihalayak ramai.

#belajarlagi
#instropeksidiri
#iqrokitabak

KEBAIKAN MELAHIRKAN KEBAIKAN

Pada suatu waktu ada saat dimana Allah menarik hambanya untuk berbuat kebaikan, dan Allah senang dengan hal tersebut, maka ketika hamba melakukan kebaikan 1 perkara maka kebaikan tersebut seperti layaknya Multi Level Marketing dia akan melahirkan kebaikan-kebaikan lain. Sama halnya keburukan yang kita lakukan, disini saya tidak bahas keburukan sebab polanya akan nyaris sama. 

Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,

Ù…ِÙ†ْ Ø«َÙˆَابِ الحَسَÙ†َØ©ِ الحَسَÙ†َØ©ُ بَعْدَÙ‡َا، ÙˆَÙ…ِÙ†ْ جَزَاءِ السَّÙŠِّئَØ©ِ السَّÙŠِّئَØ©ُ بَعْدَÙ‡َا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim). Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif)

Namun bagi tatanan syareat si hamba harus peka akan ajakan baik yang Allah berikan, responlah dengan cepat, agar ajakan tersebut tidak hilang atau berbalik menjauh, ajakan baik Allah atau kata lain qudrat yang Allah tampilkan kepada hamba yang Allah kehendaki untuk mendekat kepada-Nya, pada umumnya dibagi 2 : ajakan zahir dan ajakan bathin, dan keduanya perlu respon yang peka dari seorang hamba. 
Qudrat dengan tampilan yang beraneka rupa yang acapkali kita dapati tidak sesuai dengan mau kita, namun isinya adalah : Kebaikan, Keselamatan dan Pengampunan dari Allah. 

Nah respon ini, gerakan qolbu yang cepat menangkap sinyal-sinyal ilaiyah, inipun berlapis-lapis, belum tuntas sampai disitu ketika respon kita cepat, ajakan baik Allah kita ikuti disini jebakan lainnya pun mulai bermunculan, hingga pada akhirnya pelajaran demi pelajaran Allah berikan melalui ajak-NYA tersebut dan sekali lagi kita harus memiliki kejelian qolbu

LUASKANLAH FIKIR

Berfikirnya seluas semesta dan berlapang dadanya pun sama. 
Maka berbahagialah anda ... 

Jika berfikir dan berlapang dadanya hanya setempurung kelapa maka kita akan terkaget-kaget melihat beda dan warna warni kehidupan.

Tahap awal mungkin kita akan banyak "berprasangka negatif" jika menemui kejadian yg tak sesuai harapan, tahap selanjutnya mencoba beranjak ke "prasangka positif", dan tahap yg lebih dalam lagi kita sudah tidak lagi berprasangka, semua sudah dalam rencana-NYA, terencana dengan keakuratan yang sempurna.

MEMBUAT SAKIT HATI & MENINGGALKAN SAKIT HATI


Sakit Hati itu Pilihan.

Membuat sakit hati orang 
(prilaku saya) 
Meninggalkan sakit hati 
(prilaku orang) 

Kita sakit hati bukan karena Anda disakiti, tapi karena Anda mengizinkan hati Anda untuk merasa sakit dengan tidak menerima Ketetapan Allah atas kejadian yang sedang di gelar di hadapan anda. 

Kita sakit hati karena memang memilih untuk sakit hati (memilih tidak terima atas Ketetapan-NYA), padahal kita boleh memilih untuk belajar menerima (melihat Allah disebalik kejadian) dan berlapang dada.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Kebaikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu karena (pilihan) dirimu sendiri..."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 79)

Tidak Berprasangka

Berprasangka buruk itu sangat manusiawi sekali, setiap dada manusia berpotensi memiliki itu, namun ada yang memupuknya hingga su...